Gemuruh angin malam tak henti-hentinya menghiasi langit Utara, seolah bertanya-tanya apa gerangan yang telah menimpa hidupku sehingga aku hanya terdiam membatu menatap langit. Kisah ini bermula pada ketika aku hendak menyelesaikan tugas sekolah yaitu penelitian mengenai adat istiadat suku Rejang. Aku sebenarnya enggan melakukan penelitian ini, sebab aku merasa tugas ini begitu ringan dan santai.
Ga perlu basa-basi lagi, seusai jam sekolah aku langsung pulang lalu berangkat kerumah kakek serta menceritakan tugas yang diberi guru ku itu. Kakek menanggapi dengan baik, aku diajak ke hutan Bambu, dan di ajak mengambil anak Bambu yang masih muda sekali. Lalu kami pulang, dirumah kakek menyuruhku mencintang rebung (sebutannya) itu tadi menjadi kecil-kecil serta mencampurkan sedikit anak ikan yang masih kecil-kecil.
Setelah semua selesai kakek menjelaskan bahwa yang kami buat itu adalah LEMA, Lema merupakan makanan khas Rejang yang hampir ada disetiap acara penting ditanah Rejang. Misalnya pada waktu Pernikahan, Aliak Bilai, Beto'ok, dan lain sebagainya. Lema juga mudah dibuat, hanya bermodalkan Rebung dan anak ikan sebagai tambahannya. Lema juga terasa enak jika benar dan tepat cara penyajiannya, hingga tidak salah dijadikan makanan khas.
Dengan materi yang ku dapat ini, rasanya sangat senang sekali jika saya diberi nilai 9,5. Besoknya setelah merangkum semua materi yang saya dapatkan, langsung saya serahkan kepada Buk Yanti. Raut mukanya cukup meyakinkan jika saya akan dapat nilai tinggi. Tapi, setelah mengoreksi tugas itu bu Yanti hanya tersenyum untuk jerih payah itu. Dan memberi tugas tambahan yaitu meneliti tentang "BEDABUNG" berhubung saya belum punya topik jadi off dulu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar